Corat-coret



Pieta, The Joyful Sorrow of Mary

Konser yang diselenggarakan oleh Anavathmi Musica pada tanggal 22 September di Gedung Gereja Jemaat GPIB Paulus, Jakarta, cukup menarik. Seperti biasa, ruangan ibadah hanya diterangi dengan lampu kristal yang memancarkan sinar hangat berwarna kuning. Di pusat liturgi, terdapat dua ikon Maria Sang Bunda Allah dan beberapa lilin. Satu karangan bunga membuat kontras di antara warna yang kegelapan.

Konser dibuka dengan karya pembuka ibadah dari Paul Bryan (*1950), Festive Procession. Idealnya pada saat prosesi ini paduan suara berprosesi menuju ke dalam gereja. Mungkin ide bagus untuk konser yang akan datang. Setelah itu Terra Voce Music Consort membawaka empat lagu yang bertemakan Maria dan kasih seorang ibu. Kombinasi yang cukup menarik antara tiga komponis akhir masa renaissance (Thomas Tallis, Jacob Arcadelt dan Thomas Louis de Victoria) dan lagu Kasih Ibu dengan aransemen yang menarik dari Nindya Tri Harbanu.

Blok kedua terdiri dari dua karya orgel pipa dari Johann Caspar Simon dan Heinrich Nicolaus Gerber, yang dimainkan oleh Christina Mandang. Preludium dan Fuga dari Simon adalah salah satu contoh musik barok yang “mengerikan” dengan kecepatan tangganada dan fuga yang bersahut-sahutan. Inventio dari Gerber adalah sebuah trio, di mana tangan kanan dan kiri serta kaki memainkan temanya masing-masing. Kadang-kadang berdialog, kadang-kadang berjalan masing-masing. Orgel Paulus buatan PT Prajawidya Instrumentalia yang rampung tahun 1997, cukup dapat mengeluarkan bunyi yang menarik untuk trio ini.

Ivan Jonathan (tenor) menyanyikan dua karya terkenal, yaitu Bist du bei mir dari Bach dan Ave Verum Corpus karya Edward Elgar. Gabriel Rehatta mengiringi dengan orgel dan amat mendukung isi syair.

Ave Verum Corpus ciptaan Mozart dimainkan di antara kedua lagu tersebut oleh Christina Mandang,
sebelum akhirnya ia memainkan 4 bagian dari L’Heure Mystiques karya Leon Boelmann. Karya ini benar-benar amat tenang dan mempersiapkan para hadirin untuk memasuki bagian yang cukup panjang, yaitu sebuah karya Giovanni Baptista Pergolesi, Stabat Mater Dolorosa. Karya ini menceritakan tentang Sang Bunda yang berduka di depan salib anak-Nya.

Paduan Suara Anak Ascencio di bawah pimpinan A.Soetanta SJ membawakan karya ini dengan indahnya. Ivan Jonathan menyelingi di bagian tengah dengan menyanyikan lagu Vergin Tutto Amor karya Francesco Durante.

Melalui acara ini kita diingatkan kembali akan penderitaan Kristus. Konser ini diselenggarakan untuk memperingati Perayaan Bunda Maria Berduka-cita. Penderitaan Kristus adalah penderitaan Maria, sebagai Bunda-Nya. Pesta ini mengingatkan kita akan karya keselamatan Allah pada kita. Penderitaan manusia akan berakhir karena dalam ketaatan pada Allah, kita akan diselamatkan. Penderitaan itu membawa sukacita apabila penderitaan itu dilakukan dengan sukarela dan penuh rasa taat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: