Corat-coret



APA ITU LITURGI?

Seringkali kita menganggap liturgi adalah sekedar tata ibadah saja. Padahal kata liturgi memiliki arti yang jauh lebih luas daripada sekedar sehelai kertas yang memuat susunan mata acara ibadah kita.

Liturgi berasal dari bahasa Yunani, leitourgia. Kata leitourgia terdiri dari dua kata laos (umat) dan ergon (karya). Liturgi merupakan bakti dan karya umat sebagai ungkapan syukur bagi Tuhan atas karya keselamatan yang telah diberikan pada kita. Dengan demikian jelaslah bahwa liturgi adalah ibadah. Pada perkembangannya, istilah ini dipersempit sehingga sekarang, tidak jarang kita berpendapat bahwa liturgi adalah kertas tata ibadah saja.

Dalam ibadah ada dua hal penting yang terjadi. Yang pertama adalah pemberitaan mengenai karya Tuhan melalui Putera-Nya, Yesus Kristus yang telah mati disalibkan untuk membebaskan kita umat manusia dari belenggu dosa. Atas karya keselamatan tersebut, kita, umat yang dibebaskan, mengungkapkan syukur kita bagi Tuhan. Dengan demikian, ibadah bersifat aktif dan dilakukan secara sadar. Ibadah adalah kata kerja dan bukan kata benda.

Jemaat memegang peranan penting dalam penyelenggaraan ibadah tersebut karena itu adalah respons kita sebagai umat percaya kepada Tuhan. Ibadah kita adalah persembahan yang sejati, kata Rasul Paulus dalam Roma 12:1, “Karena itu saudara-saudaraku, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Ibadah membawa kita datang ke hadirat Tuhan. Ibadah yang bersifat pribadi tersebut haruslah tetap dengan penuh hormat dan keagungan karena Allah kita adalah Allah yang Maha Agung dan Maha Besar. Layakkah kita datang ke hadirat-Nya begitu saja tanpa persiapan? Itu sebabnya penting sekali bagi kita semua untuk mempersiapkan diri kita datang menghadap hadirat Tuhan.

Bukan para petugas ibadah (pendeta, majelis, pemusik, pemandu lagu, paduan suara) yang harus mempersiapkan diri tapi juga umat. Persiapan ibadah biasanya dilakukan pada hari Jumat bagi para majelis jemaat, pada saat latihan-latihan paduan suara dan latihan musik pribadi. Pada saat kita akan beribadah, kita mempersiapkan diri melalui saat teduh dan doa pribadi sebelum ibadah dimulai. Apa yang kita doakan? Mendoakan supaya kita ditenangkan dan dapat menjalankan ibadah dengan baik, berpartisipasi aktif dan dengan sadar beribadah, bukan sekedar rutinitas saja. Tubuh kita adalah Bait Allah dan sudah selayaknya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan hidup bagi Allah.

Liturgi atau ibadah amatlah luas. Dalam liturgi ada tata waktu, tata gerak, tata ruang, tata laksana, simbolik dan sebagainya. Hal-hal ini akan dibahas dalam rubrik Sekilas Liturgi yang akan datang. (CM)

Artikel ini dimuat dalam Jurnal IAI GPIB Paulus, Minggu 17 September 2006. Jurnal Komisi IAI adalah salah satu sarana informasi dan pengembangan ibadah di jemaat GPIB Paulus Jakarta. IAI adalah Komisi Iman, Ajaran dan Ibadah. Dilarang menggunakan materi ini untuk kepentingan apapun tanpa izin penulis (+62-813-16224962). Jika mengutip, harap mencantumkan nama penulis.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: